Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat Datang di Website Resmi Kantor Kementerian Agama Kab. Wonogiri ||

Berita


Rakor Penyuluh Agama Islam dan Penghulu

2015-02-06 13:16:35

Wonogiri – Bertempat di Aula Kankemenag Wonogiri  di laksanakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Fungsional Agama Islam dan Penghulu di lingkungan Kankemenag Wonogiri yang di laksanakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam kankemenag Wonogiri,  Rabu (28/1/2015) yang di ikuti + 40 orang. Acara di Buka oleh Kepala Kankemenag Wonogiri  Drs. H. Safrudin, MSI di dampingi Kasi Bimas H. Haryadi, MSI, dalam sambutan pembinaannya mengingatkan kepada Penyuluh Agama Islam dan penghulu untuk bekerja sesuai dengan aturan yang ada, “tingkatkan semangat dan kinerja ... [Read More]


Rapat Koordinasi Kepala KUA

2015-02-04 08:48:57

Wonogiri – Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam kantor kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kepala KUA Kecamatan se Kabupaten Wonogiri  yang di selenggarakan pada Jum’at, (23/1/2015) di Ruang Rapat Kankemenag Wonogiri acara di ikuti oleh Kepala KUA se Kabupaten Wonogiri. Salah satu agenda rakor yaitu sosialisasi  sekaligus implementasi dari Surat Edaran Irjen Kemenag RI Nomor : IJ/03/2014 tentang Pembangunan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani Pada Kementerian Agama dan S ... [Read More]


Farhan Cabe Rawit Yang Berprestasi

2015-02-03 14:49:58

Wonogiri – Farhan Naufal Rais Zain seorang siswa kelas 3 MIN Wonogiri berhasil mendapat mendali perunggu (juara III) under 22 putra pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Terbuka (Depok Open 2015) pada 24-25 Januari 2015 di GOR Poppki, Cibubur, Jakarta timur yang diikuti 1300 atlet taekwondo dari seluruh Indonesia. Prestasi yang lain di  Tahun 2014 kemarin Farhan menjadi juara I Cabang Taekwondo anak Tingkat Kabupaten Wonogiri pada event Popda SD/MI dan berhak mewakili ke tingkat Provinsi Jawa Tengah, prestari lain yang di torehkan antara lain Juara II Kyorugi Pra Junior A U-20 Kg Putra ... [Read More]


Zakat Bisa Mengentaskan Kemiskinan Umat

2015-01-26 16:00:54

Wonogiri – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonogiri selama 2014 berhasil menghimpun dana Rp.2.084.678.798,-. Dana tersebut terdiri dari dana pembayaran zakat, infaq dan sodaqoh dari PNS dan non PNS di wilayah Kabupaten Wonogiri.Jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) muslim Pemda Wonogiri membayar kewajiban zakat penghasilan (gaji) 2,5 % maka urusan pembangunan sosial, husus pengentasan kemiskinan, cepat tuntas. Dana tersebut telah digunakan antara lain untuk Bedah Rumah bagi rumah tangga miskin sebanyak 116 KK Rp. 1.035.000.000,-. Pelakasnaan Dusunku Beriman Rp.96.330.000,-. Beasi ... [Read More]


Penguasaan IPTEK Guru Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

2015-01-23 16:20:50

Wonogiri – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) saat ini sangat pesat dimana kita mau tidak mau harus memahami serta mengikuti perkembangan akan kemajuan Iptek tersebut, apalagi semua data di RA dan Madrasah semua berbasis IT yaitu EMIS dan pengurusan NUPTK saat ini online dan berbasis internet. Era Keterbukaan Informasi saat ini, kita memang dituntut untuk memperluas wawasan kita, pengetahuan kita, keterampilan kita utamanya bagi seorang guru, sehingga kita semua siap untuk bersaing dalam persaingan yang cukup ketat, salah satu apek yang harus kita kuasi adalah perkemb ... [Read More]


Pentasyarufan Zakat UPZ Kankemenag Kab. Wonogiri Tahun 2014

2015-01-23 16:16:46

Wonogiri – Pada Tahun 2014 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri berhasil menghimpun dan mentasyarufkan dana sebanyak Rp. 378.803.987 yang dihimpun dari Karyawan Kankemenag Wonogiri, yang menarik pentasyarufan UPZ di tahun 2014 lebih menitikberatkan pada hal-hal yang produktif dan bersentuhan dengan umat antara lain ikut membantu stimulan proses pensertifikatan tanah wakaf, dan selama tahun 2014 sudah terselesaikan 20 bidang tanah wakaf. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Drs. H. Safrudin, M.S.I disela-sela acara pe ... [Read More]


Syarat Pendaftaran Haji Reguler

2014-12-09 09:42:05

PEDOMAN PENDAFTARAN HAJI REGULER

(Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji & Umrah Nomor D/28/2016)

 

  1. A.     KETENTUAN UMUM PENDAFTARAN HAJI REGULER
    1. Pendaftaran jemaah haji dilakukan setiap hari kerja sepanjang tahun;
    2. Pendaftaran jemaah haji dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota domisili calon jemaah haji sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP);
    3. Pendaftaran haji wajib dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan untuk pengambilan foto dan sidik jari;
    4. Jemaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji dapat melakukan pendaftaran haji setelah 10 (sepuluh) tahun sejak menunaikan ibadah haji terakhir.

 

  1. B.     PERSYARATAN PENDAFTARAN HAJI REGULER
    1. Beragama Islam;
    2. Berusia Minimal 12 (dua belas) tahun pada saat mendaftar;
    3. KTP yang masih berlaku sesuai dengan domisili atau bukti identitas lain yang sah;
    4. Kartu keluarga;
    5. Akte kelahiran atau surat kenal lahir atau kutipan akta nikah atau ijazah;
    6. Tabungan atas nama Jemaah yang bersangkutan pada BPS*) BPIH (Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji)
    7. Pas Foto berwarna 3x4 berjumlah 10 lembar dengan latar belakang berwarna putih dengan ketentuan :
      1. Warna baju/kerudung harus kontras dengan latar belakang;
      2. Tidak memakai pakaian dinas;
      3. Tidak menggunakan kacamata;
      4. Tampak wajah minimal 80 persen;
      5. Bagi jemaah haji wanita menggunakan busana muslimah.
    8. Gubernur dapat menambahkan persyaratan berupa surat keterangan domisili.

 

  1. C.     PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI REGULER
    1. Jemaah haji membuka rekening tabungan haji pada BPS BPIH sesuai domisili;
    2. Jemaah haji menandatangani surat pernyataan memenuhi persyaratan pendaftaran haji yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI;
    3. Jemaah haji melakukan transfer ke rekening Menteri Agama sebesar setoran awal BPIH pada cabang BPS BPIH sesuai domisili;
    4. BPS BPIH menerbitkan bukti aplikasi transfer BPIH;
    5. BPS BPIH menerbitkan bukti setoran awal BPIH sebanyak 5 (lima) lembar yang setiap lembarnya ditempel pas foto calon jemaah haji ukuran 3x4 cm dengan rincian sebagai berikut:
      1. Lembar PERTAMA bermaterai cukup untuk calon jemaah haji;
      2. Lembar KEDUA untuk BPS BPIH;
      3. Lembar KETIGA untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
      4. Lembar KEEMPAT untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; dan
      5. Lembar KELIMA untuk Direktorat Jendeeral Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
    6. Bukti setoran awal BPIH mencantumkan nomor validasi, ditandatangani, dan dibubuhi stempel BPS BPIH;
    7. Selanjutnya jemaah haji menunjukkan persyaratan asli dan menyerahkan salinannya, bukti aplikasi transfer asli BPIH, dan bukti setoran awal BPIH lembar PERTAMA kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk diverifikasi kelengkapannya paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pembayaran setoran awal BPIH;
    8. Jemaah haji mengisi formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan menyerahkan kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota untuk didaftarkan ke SISKOHAT dan mendapatkan nomor porsi;
    9. Jemaah haji menerima lembar bukti pendaftaran haji yang berisi nomor porsi pendaftaran, ditandatangani, dan dibubuhi stempel dinas oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;

10.Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menerbitkan bukti cetak SPPH sebanyak 5 (lima) lembar yang setiap lembarnya dicetak/ditempel pas foto calon jemaah haji ukuran 3x4 cm dengan rincian sebagai berikut :

  1. Lembar PERTAMA untuk calon jemaah haji;
  2. Lembar KEDUA untuk BPS BPIH;
  3. Lembar KETIGA untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
  4. Lembar KEEMPAT untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi; dan
  5. Lembar KELIMA untuk Direktorat Jendeeral Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

11.Bagi calon jemaah haji yang sudah menyetor dana setoran awal BPIH namun tidak menyerahkan persyaratan pendaftaran, bukti aplikasi transfer asli BPIH, dan bukti setoran awal BPIH kepada petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melebihi waktu 5 (lima) hari kerja, maka pendaftaran dianggap batal dan dana dikembalikan kepada calon jemaah haji tersebut.