Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melaksanakan apel pagi rutin yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, di halaman kantor setempat, Senin (2/2/2025).
Dalam amanatnya, Hariyadi menegaskan pentingnya seluruh pegawai untuk menjalankan tanggung jawab sesuai tugas dan fungsi masing-masing, dengan tetap melakukan pendekatan yang selaras dengan kondisi di lapangan.

“Di satu sisi kita harus menjalankan tanggung jawab, di sisi lain kita juga perlu melakukan pendekatan yang disandingkan dengan realitas di lapangan,” ujarnya.
Hariyadi menyampaikan bahwa peningkatan jaminan kebebasan beragama dan penguatan toleransi umat beragama menjadi salah satu fokus utama Kementerian Agama. Menurutnya, setiap individu ASN Kemenag harus mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam memantik dan menjaga kerukunan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman dan pembelajaran terkait tata kelola anggaran. Hal ini sejalan dengan harapan Menteri Agama agar setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang diharapkan Bapak Menteri adalah kegiatan yang berdampak, baik dalam bidang pendidikan maupun keagamaan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Hariyadi menyampaikan bahwa Kankemenag Wonogiri telah menandatangani Perjanjian Kinerja (Perkin) bersama satuan kerja pada Jumat lalu. Ia memohon doa dan dukungan seluruh pegawai agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Kita bekerja berlandaskan semangat Kementerian Agama yang berdampak. Mohon doa restunya agar seluruh program dapat berjalan optimal,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hariyadi juga menyampaikan enam Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan yang menjadi perhatian bersama, yaitu:
- Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi.
- Persentase KUA yang menyelenggarakan Early Warning System (EWS).
- Persentase peningkatan dialog kerukunan yang difasilitasi untuk merumuskan rekomendasi EWS.
- Persentase peningkatan audiens MTQ/Pesparani, Pesparawi, Utsawa Dharmagita, dan Swayamvara Tripitaka Gatha.
- Persentase peningkatan peserta event seni budaya keagamaan.
- Persentase lembaga agama dan lembaga sosial keagamaan yang menerima pendampingan tata kelola kelembagaan.
Menutup amanatnya, Hariyadi mengajak seluruh jajaran untuk menyiapkan tekad yang kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta senantiasa memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah ke depan.









