Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri terus menguatkan gerakan wakaf uang sebagai instrumen pemberdayaan umat. Hal tersebut disampaikan Kepala Kankemenag Wonogiri, Hariyadi, dalam kegiatan sosialisasi wakaf uang yang digelar di Rumah Makan Alami Sayang, Selasa (24/2/2026).

Dalam sambutannya, Hariyadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti launching wakaf uang tingkat provinsi yang dilaksanakan pada 13 Februari lalu di Jawa Tengah. Ia menegaskan, program wakaf uang ini dipantau secara berkala dan dilengkapi laporan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Menurutnya, gerakan wakaf uang tidak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kemenag, tetapi juga melibatkan peserta didik madrasah. Wakaf dilakukan atas nama lembaga madrasah sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembiasaan berbagi sejak dini.

Hariyadi mengajak seluruh peserta untuk memahami program wakaf uang sebagai bagian dari sedekah jariyah yang manfaatnya terus mengalir. “Wakaf merupakan sedekah abadi dan harapannya, wakaf ini menjadi harta yang tidak pernah putus pahalanya,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dahulu wakaf identik dengan tanah atau bangunan. Namun, seiring perkembangan zaman, wakaf uang telah dikenal sejak abad kedua hijriyah dan menjadi alternatif wakaf yang lebih mudah, fleksibel, dan produktif.
Melalui sosialisasi ini, Kemenag Wonogiri berharap masyarakat semakin memahami potensi wakaf uang dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Dana wakaf dapat dikelola secara produktif dan hasilnya disalurkan untuk berbagai program sosial, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti oleh ASN, Kepala KUA , Pengawas Madrasah, Ketua Pokjaluh, Kepala Madrasah Negeri. Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan wakaf uang dan wakaf melalui uang, serta potensi besar wakaf di Indonesia untuk kemaslahatan umat.









