Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri bersama Pengurus Gereja-Gereja Kristen Kabupaten Wonogiri menggelar rapat koordinasi sebagai upaya memperkuat sinergi, komunikasi, dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonogiri. Kegiatan berlangsung di Resto Jawi, Kecamatan Ngadirojo, Kamis (10/9/2026).

Rakor tersebut menghadirkan narasumber Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Siswo Martono, S.PAK., M.Pd.K. Kegiatan diikuti sebanyak 25 pengurus gereja yang terdiri dari para pendeta Gereja-Gereja Kristen di Kabupaten Wonogiri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag TU Kemenag Wonogiri, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonogiri, Gara Katolik Kemenag Wonogiri, serta Penyuluh Agama Kristen Kemenag Wonogiri.
Mewakili Kepala Kankemenag Wonogiri, Kasubbag TU Kemenag Wonogiri, H. Harno, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan sinergitas yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Kemenag dan Gereja-Gereja Kristen di Kabupaten Wonogiri.

“Kerja sama dan sinergitas yang selama ini sudah berjalan dengan baik tentu harus terus kita jaga dan tingkatkan. Komunikasi dan koordinasi menjadi bagian penting dalam menjaga suasana kerukunan di Kabupaten Wonogiri,” ungkapnya.
Menurut Harno, kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonogiri selama ini berjalan dengan sangat baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya persoalan yang menonjol, baik dalam hubungan intern umat beragama maupun antarumat beragama.
“Alhamdulillah, kerukunan di Wonogiri sangat rukun. Sampai saat ini tidak ada persoalan, baik intern maupun ekstern. Kondisi ini tentu harus kita pertahankan bersama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Harno juga menyoroti kebutuhan tenaga pembimbing agama Kristen di sejumlah sekolah. Saat ini, Kemenag menerima banyak permohonan dari sekolah-sekolah terkait kebutuhan pengajar agama Kristen.
Ia menjelaskan bahwa Kemenag berupaya merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan Penyuluh Agama Kristen untuk memberikan pendampingan dan pembimbingan iman kepada peserta didik.
“Banyak permohonan pengajar agama Kristen dari sekolah-sekolah kepada Kemenag. Kemenag menghadirkan para penyuluh untuk menjadi pembimbing iman bagi anak-anak, tetapi bukan sebagai guru pengajar,” terang Harno.
Ia berharap keberadaan Penyuluh Agama Kristen dapat memberikan kontribusi positif dalam pembinaan kehidupan keagamaan peserta didik, sekaligus memperkuat sinergi antara Kemenag, sekolah, dan lembaga keagamaan.

Sementara itu, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Siswo Martono, memberikan penguatan terkait peran dan sinergi antara pemerintah dengan lembaga keagamaan. Forum koordinasi tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi untuk menyampaikan berbagai persoalan, kebutuhan, serta program pembinaan umat Kristen di Kabupaten Wonogiri.
Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Melalui forum tersebut, Kemenag Wonogiri dan para pengurus Gereja-Gereja Kristen berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat sinergitas, serta bersama-sama mempertahankan kondusivitas dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonogiri.







