Wonogiri (Humas) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kabupaten Wonogiri kembali menggelar pertemuan penting sebagai wadah penguatan profesionalisme dan konsolidasi organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan berlokasi di Ruang Meeting SMAIT Al Huda Wonogiri pada Selasa (04/08/2026).

Sebagai langkah awal untuk memaksimalkan Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Guru PAI yang ada, kegiatan diawali dengan penyusunan dan pembahasan Rencana Program Kerja (Proker) pengurus baru. Diskusi komisi ini berfokus pada perancangan program kerja strategis yang berorientasi pada pengembangan kompetensi berkelanjutan, penyusunan perangkat pembelajaran, hingga penguatan karakter religius peserta didik secara terukur dan efektif.
Setelah perumusan program kerja, acara dilanjutkan dengan momentum Serah Terima Jabatan (Sertijab) pengurus yang menjadi tonggak estafet kepemimpinan organisasi untuk membawa arah MGMP PAI SMA Kabupaten Wonogiri ke depan yang lebih responsif dan inovatif. Estafet kepemimpinan secara resmi diserahterimakan dari pejabat lama, Mustajab Joko Susilo, S.Pd.I., M.Pd.I. (SMA Negeri 2 Wonogiri) kepada pejabat baru, Johan Pangestu Aji, S.Pd.I. (SMA Negeri 1 Purwantoro).

Suasana penuh keharuan dan rasa hormat kemudian mewarnai agenda pelepasan purna tugas. Drs. Saifuddin, M.Si. dari SMA Negeri 1 Baturetno. Seluruh keluarga besar MGMP PAI SMA Kabupaten Wonogiri menyampaikan apresiasi dan dedikasi setinggi-tingginya atas pengabdian beliau selama bertahun-tahun dalam memajukan pendidikan agama Islam di Kabupaten Wonogiri.
Memasuki agenda berikutnya, peserta menerima pembinaan Guru PAI (GPAI) yang disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan dan pengawas dari Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri, yaitu Kepala Kasi PAKIS H. Mursyidi, S.Ag., M.Si., serta dua Pengawas PAI, H. Ismadi, S.Ag., M.Pd.I. dan Sugiyo, S.Ag., M.Pd.I.

Dalam arahannya, pihak Kemenag menekankan bahwa sebelum melangkah menjadi organisasi yang luar biasa, MGMP harus terlebih dahulu menjaga eksistensi, solidaritas, dan konsistensinya dalam mengawal mutu pendidikan agama. Kemenag juga menyoroti tantangan pendidikan nasional dan dinamika zaman yang kian kompleks. Peran Guru PAI dinilai sangat krusial di tengah persaingan dunia nyata maupun maya yang semakin keras tanpa kontrol sosial. Oleh karena itu, para pendidik dituntut untuk berjuang bersama menyiapkan lulusan yang tangguh, dengan memadukan kehangatan sistem pengajaran berkarakter yang membekas di hati siswa serta inovasi pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Pentingnya korelasi dan kolaborasi sinergis antara MGMP PAI SMA dengan seluruh stakeholder pendidikan juga menjadi poin penekanan, agar forum ini mampu menghadapi dinamika Kurikulum Merdeka serta tantangan penguatan moderasi beragama di sekolah. MGMP PAI SMA Kabupaten Wonogiri berkomitmen untuk terus berfungsi sebagai forum strategis bagi para guru untuk berbagi best practice dan mempererat silaturahmi.

Pertemuan yang berlangsung khidmat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan MGMP PAI SMA Kabupaten Wonogiri sebagai wadah pembelajar yang aktif, profesional, dan kontributif bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Wonogiri.







