Wonogiri (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri mendukung penguatan peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) melalui kegiatan Pembinaan KBIHU Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Wonogiri pada Selasa (4/8/2026) di RM. Sari Raras. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas bimbingan manasik dan pelayanan kepada calon jemaah haji.

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Tengah Fitriyanto, Direktur Bina Haji Reguler H. Mahmud Afif Mundir, Kepala Bidang Bina Haji Abdul Jalil, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonogiri Rujito, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Hariyadi, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Wonogiri Fauzi Rokhman Jauhari, serta para pengurus KBIHU.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Wonogiri Fauzi Rokhman Jauhari mengawali kegiatan dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta serta memohon arahan sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas pembinaan KBIHU di Kabupaten Wonogiri.
Dilanjutkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Hariyadi yang menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus bersinergi dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, meskipun kelembagaan telah berkembang, kolaborasi yang telah terjalin selama ini tetap menjadi kekuatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

”Sebagai mitra yang telah lama bersinergi, Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri siap memberikan dukungan dan berkontribusi dalam menyukseskan setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji,” ujar Hariyadi.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Wonogiri Rujito yang turut hadir juga menyampaikan beberapa masukan, di antaranya mengenai penjadwalan kegiatan agar tidak terlalu berdekatan serta mekanisme pembayaran petugas haji yang diharapkan dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan ke depan.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kementerian Haji Jawa Tengah Fitriyanto menekankan pentingnya penyampaian informasi penyelenggaraan haji secara utuh kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, istitaah, hingga tahapan keberangkatan. Ia juga menyampaikan bahwa rekrutmen petugas haji diperkirakan dimulai pada akhir Agustus.

Fitriyanto mengungkapkan bahwa pada musim haji tahun ini terdapat 77 jemaah dari Embarkasi Solo yang harus dipulangkan karena tidak memenuhi syarat kesehatan. Oleh sebab itu, mitigasi terhadap aspek istitaah harus dilakukan sejak dini sebelum calon jemaah memasuki embarkasi. Selain itu, ia mendorong penguatan koordinasi terkait data jemaah haji khusus agar penyampaian informasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal.
Sementara itu, Direktur Bina Haji Reguler H. Mahmud Afif Mundir menegaskan bahwa kemitraan antara Kementerian Haji dan Kementerian Agama akan terus berjalan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, KBIHU merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembinaan manasik, khususnya dalam memastikan calon jemaah memenuhi syarat istitaah sehingga persoalan pemulangan jemaah dari embarkasi dapat diminimalkan.
Ia juga menyampaikan sejumlah kebijakan yang akan diterapkan pada penyelenggaraan haji mendatang, di antaranya penyederhanaan buku manasik agar lebih mudah dipahami jemaah, ketentuan badal lontar maksimal lima orang, pelaksanaan pembinaan bagi Ketua Regu (Karu), Ketua Rombongan (Karom), dan Petugas Haji Daerah (PHD), serta penempatan kafilah berdasarkan afiliasi jemaah. Selain itu, kuota Penyelenggara Ibadah Haji (PIH) yang sebelumnya berjumlah 685 direncanakan meningkat menjadi lebih dari 1.000 kuota.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri berharap sinergi antara Kementerian Haji, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan KBIHU semakin kuat sehingga pembinaan manasik haji dapat berlangsung lebih efektif serta mampu melahirkan jemaah yang sehat, mandiri, dan siap menunaikan ibadah haji sesuai ketentuan.







