Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Wonogiri menjadi ruang penguatan sinergi dan koordinasi Gara Katolik se-Eks Karesidenan Surakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di RM Sari Raras, Wonogiri, Selasa (11/8/2026).
Rakor diikuti oleh para Gara Katolik dan staff se-Eks Karesidenan Surakarta sebagai forum komunikasi, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam laporannya, Penyelenggara Katolik Kankemenag Wonogiri, Rosa Apriliyanti, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk saling berbagi dan bertukar pengalaman antarpengelola layanan Katolik di wilayah Eks Karesidenan Surakarta.
“Perkumpulan ini sebagian untuk sharing bersama. Semoga pertemuan ini membawa kebaikan dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Kepala Kankemenag Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para Gara Katolik se-Eks Karesidenan Surakarta di Kabupaten Wonogiri. Ia berharap rakor tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang dilayani.

“Kami mengucapkan selamat datang di Wonogiri kepada para Gara Katolik. Mudah-mudahan pertemuan ini memberikan dampak kepada masyarakat yang kita layani. Acara ini penting untuk mendorong komunikasi dan sharing antargara di Eks Karesidenan Surakarta,” tutur Hariyadi.
Hariyadi juga menekankan pentingnya tetap produktif dan menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah situasi keterbatasan anggaran.
“Di tengah situasi anggaran, kita tetap bisa berbuat apa yang bisa memberikan dampak dan dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa Kankemenag Wonogiri terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi umat serta penyediaan sumur pantek sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Hariyadi mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan kerukunan antarumat beragama, khususnya di wilayah Wonogiri dan Solo Raya.
“Alhamdulillah, Wonogiri ini adem ayem. Di momen Agustus ini mari kita bersama-sama menjaga kondusivitas, khususnya di Wonogiri. Kita sama-sama menjaga hubungan antarumat beragama. Kerukunan tidak boleh digoreng-goreng. Mari kita upayakan Solo Raya terus damai,” tegasnya.
Sementara itu, Pembimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Yulia Setyaningsih, dalam arahannya mendorong agar pelayanan Bimas Katolik di tingkat kabupaten/kota semakin baik. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang untuk terus bergerak dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bukan berarti dengan kekurangan anggaran kita tidak berbuat sesuatu. Dengan keterbatasan itu kita buktikan bahwa kita tetap bisa menjalankan program dengan baik dan bergerak bersama instansi maupun gereja lainnya,” jelas Yulia.
Ia menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian, di antaranya penguatan kinerja penyuluh agama Katolik. Saat ini terdapat 39 penyuluh yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Para penyuluh diharapkan mampu terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada umat.
Bidang pendidikan juga menjadi perhatian. Para penyelenggara Bimas Katolik di daerah diharapkan dapat melakukan validasi data siswa sehingga pelayanan pendidikan agama Katolik dapat diberikan secara tepat.
“Masih ada sekitar 4000 siswa Katolik yang belum mendapatkan pelayanan guru agama. Kami akan bersinergi dengan keuskupan, bagaimana gereja dan pemerintah dapat saling berhubungan untuk memberikan pelayanan tersebut,” ungkapnya.

Yulia juga menekankan pentingnya optimalisasi media sosial sebagai sarana komunikasi dan publikasi kegiatan Kementerian Agama. Media sosial diharapkan dapat diaktifkan dan diperkuat kembali sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Media sosial diharapkan bisa memperkuat Kementerian Agama. Bisa diaktifkan kembali untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui rakor tersebut, diharapkan komunikasi dan koordinasi Gara Katolik se-Eks Karesidenan Surakarta semakin kuat, sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang semakin baik, responsif, dan berdampak bagi masyarakat serta turut memperkuat kerukunan antarumat beragama di wilayah Solo Raya.







