Wonogiri (Humas) – Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi Pakis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, H. Mursidi., memimpin apel pagi pada Senin (19/10/2026) di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh jajaran untuk menyukseskan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 melalui kolaborasi dan semangat pelayanan berdampak bagi masyarakat.

Mursidi menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kembali ruh pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam membentuk karakter, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah upacara peringatan Hari Santri di Kecamatan Bulukerto. Pemilihan lokasi di wilayah kecamatan tersebut diharapkan dapat mendekatkan semangat Hari Santri kepada masyarakat sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan tradisi pesantren.

“Pelaksanaan upacara Hari Santri di daerah menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan ruh pondok pesantren. Kita ingin semangat Hari Santri benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya lingkungan pesantren,” ungkap Mursidi dalam amanatnya.
Selain upacara, berbagai kegiatan juga dilaksanakan untuk menyemarakkan Hari Santri. Di lingkungan madrasah, kegiatan manasik haji telah diselenggarakan di Baturetno sebagai sarana edukasi dan pengenalan tata cara ibadah haji kepada peserta didik.
Sementara itu, pondok pesantren dijadwalkan melaksanakan kegiatan roan atau kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud penanaman nilai kebersamaan, kepedulian terhadap kebersihan, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan keagamaan.

Di bidang Pendidikan Agama Islam, agenda berikutnya adalah seleksi Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kabupaten Wonogiri yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) di Kecamatan Jatiroto. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, serta prestasi di bidang pendidikan agama Islam.
Mursidi juga menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan upacara Hari Santri, akan dilanjutkan dengan kegiatan halaqah atau pengukuhan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP). Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antarpesantren dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan pesantren di Kabupaten Wonogiri.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemenag Wonogiri berkomitmen menghadirkan peringatan Hari Santri yang lebih bermakna, tidak hanya bagi kalangan pesantren, tetapi juga bagi masyarakat luas. Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan Kementerian Agama yang berdampak. Apel pagi ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Kemenag Wonogiri untuk terus memperkuat koordinasi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, sehingga setiap program keagamaan dan pendidikan dapat memberikan manfaat nyata bagi umat.







