Wonogiri (Humas) – Lebih dari 1.000 peserta dari 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di empat kecamatan mengikuti kegiatan Manasik Haji dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) Banguntirto yang meliputi wilayah Baturetno, Batuwarno, Tirtomoyo, dan Nguntoronadi, pada Sabtu (17/10/2026) di Lapangan Madya Mandala, Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Wonogiri Hariyadi, Kasi Pendidikan Madrasah, pengawas madrasah, Kepala KUA Baturetno, Kepala MI Banguntirto, serta para guru pendamping dan peserta manasik haji.
Ketua penyelenggara, Ali Mabruri, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, khususnya Bupati Wonogiri, Kepala Kankemenag Wonogiri, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, manasik haji ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antarlembaga pendidikan madrasah ibtidaiyah sekaligus menanamkan kecintaan kepada Allah Swt. dan semangat beribadah, terutama ibadah haji, sejak usia dini.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman nyata tentang tahapan pelaksanaan ibadah haji secara lengkap. Semoga pengalaman manasik hari ini menjadi bekal dan doa bagi mereka agar kelak mendapat panggilan Allah Swt. untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci,” ungkap Ali Mabruri.
Kepala Kankemenag Wonogiri, Hariyadi, dalam arahan dan sambutannya mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan mengikuti kegiatan tersebut, meskipun cuaca terasa sangat panas. Ia juga mengapresiasi inisiatif penyelenggara dalam menghadirkan pembelajaran keagamaan yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak madrasah.

Menurutnya, kegiatan manasik haji bukan sekadar praktik mengenal rangkaian ibadah, melainkan juga sarana menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap ajaran Islam sejak dini.
Hariyadi berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh peserta, pendidik, dan lembaga madrasah yang terlibat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman agama yang baik.
Sementara itu, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa manasik haji merupakan sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk pribadi yang religius sejak dini serta menanamkan nilai-nilai agama yang kuat sebagai bagian dari pendidikan karakter. Menurutnya, pembiasaan dan pengenalan praktik ibadah sejak usia sekolah menjadi bekal penting bagi tumbuh kembang anak di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Bupati juga menekankan pentingnya peran guru dalam memberikan pendidikan dan keteladanan kepada peserta didik. Pendidikan karakter tidak cukup disampaikan melalui nasihat, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Satu teladan yang nyata lebih berharga daripada seribu kata perintah,” tegas Setyo Sukarno.
Ia berharap seluruh peserta, guru, dan pihak yang terlibat senantiasa mendapatkan bimbingan, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan aktivitas dan pengabdian.
Melalui kegiatan manasik haji dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 ini, K3MI Banguntirto berupaya menghadirkan pembelajaran agama yang aplikatif, memperkuat ukhuwah antarmadrasah, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter mulia kepada generasi penerus bangsa sejak dini.








