Wonogiri (Humas)– Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) menggelar kegiatan Rapat Koordinasi dan penyamaan persepsi terkait pemetaan kompetensi dan Moderasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yang diikuti oleh pengawas PAI, pengurus MGMP PAI jenjang SMA, SMK, dan SMP, serta pengurus KKG PAI tingkat kabupaten dan kecamatan pada Kamis, (18/6/2026) di RM. Alami Sayang Ngadirojo.
Kepala Seksi PAKIS Kankemenag Wonogiri, Mursidi, dalam laporannya menegaskan bahwa Guru PAI merupakan garda terdepan dalam pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi hal yang sangat penting dan urgen untuk terus dilakukan.
Ia menyampaikan bahwa saat ini tengah berlangsung progres pemetaan kompetensi guru yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Hingga saat ini, capaian Kabupaten Wonogiri telah mencapai 58 persen.

“Hari ini kita samakan persepsi terkait pemetaan dan analisis kompetensi guru PAI. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan dan peningkatan kompetensi guru secara tepat sasaran,” ujar Mursidi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Hariyadi, dalam arahannya menekankan pentingnya guru PAI untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dan kompetensinya seiring dengan perkembangan zaman dan tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
“Guru PAI tidak boleh abai terhadap anak didik. Guru harus terus mengasah kompetensi, baik kompetensi pedagogik, profesional, sosial, maupun kepribadian, agar mampu memberikan layanan pendidikan yang terbaik,” tegasnya.
Kakankemenag juga mengingatkan bahwa pengawas PAI memiliki peran strategis dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap guru-guru PAI agar kualitas pembelajaran keagamaan di sekolah semakin meningkat.

Selain itu, nilai-nilai moderasi beragama harus terus dibumikan di tengah masyarakat sebagai upaya bersama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Moderasi beragama harus terus kita bumikan. Kita merawat republik ini bersama-sama melalui pendidikan agama yang moderat, inklusif, dan penuh toleransi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu Guru PAI di Kabupaten Wonogiri, sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.







