Wonogiri (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi umat kepada masyarakat penerima manfaat. Kegiatan pembinaan sekaligus penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di KUA Kecamatan Jatipurno, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Hariyadi, Plt. Kasubbag TU, Harno, Kepala KUA Jatipurno Aji Sunaryo, serta para penerima bantuan.
Kepala KUA Jatipurno, Aji Sunaryo, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kemenag Wonogiri melalui UPZ dalam memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat di wilayah Jatipurno.
“Terima kasih kepada Kemenag Wonogiri dan UPZ atas bantuan yang diberikan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan penerima,” ungkap Aji.

Sementara itu, Plt. Kasubbag TU Kemenag Wonogiri, Harno, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari pentasarufan zakat kepada delapan asnaf sesuai ketentuan syariat.
Menurutnya, salah satu bentuk pentasarufan yang dikembangkan UPZ Kemenag Wonogiri adalah melalui program pemberdayaan ekonomi umat. Bantuan diberikan dalam bentuk ekonomi produktif agar tidak hanya habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi dapat menjadi modal pengembangan usaha penerima manfaat.

“Bantuan ini merupakan bantuan ekonomi produktif untuk pengembangan ekonomi umat. Di Bulukerto misalnya, sudah disalurkan bantuan berupa ternak ayam. Ada juga bantuan domba dan bantuan sumur pantek,” jelas Harno.
Dalam pembinaan kepada penerima bantuan, Kepala Kankemenag Wonogiri, Hariyadi, menegaskan bahwa pengelolaan zakat di lingkungan Kementerian Agama dilakukan sesuai dengan ketentuan dan koridor yang berlaku.
“Kemenag sebagai pengumpul zakat, induknya adalah BAZNAS. Kemenag Wonogiri melalui UPZ kemudian mentasarufkan sesuai dengan koridor yang telah ditentukan,” terang Hariyadi.

Hariyadi berharap bantuan yang diterima tidak sekadar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi benar-benar dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif. Dengan demikian, penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarganya.
“Bantuan ini diberikan kepada 10 orang untuk pengembangan ekonomi umat. Karena sifatnya produktif, maka kami berharap bantuan ini dikembangkan, sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan dan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan,” pesannya.

Program pemberdayaan ekonomi umat melalui UPZ Kemenag Wonogiri tersebut menjadi salah satu bentuk optimalisasi zakat agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendorong penerima bantuan untuk semakin mandiri secara ekonomi.







