Wonogiri (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi mengikuti Rapat Koordinasi Penggalangan Dana Kemanusiaan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang dilaksanakan pada Jumat (26/12/2025) di Ruang Kerja Bupati Wonogiri. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Rapat koordinasi ini membahas sinergitas lintas sektor dalam upaya penggalangan dana kemanusiaan, guna membantu masyarakat yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Ditekankan pentingnya perencanaan yang terkoordinasi agar bantuan yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat sasaran, efektif, dan akuntabel.

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri bersama Kepala Dinas Pendidikan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Lazismu, Lazisnu, serta relawan peduli bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dari hasil penggalangan dana yang melibatkan seluruh unsur di Kabupaten Wonogiri, berhasil dihimpun dana kemanusiaan dengan total mencapai Rp1,53 miliar. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan melalui lembaga terkait untuk membantu penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.
Dalam arahannya, Bupati Wonogiri menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, organisasi sosial, serta relawan dalam merespons bencana secara cepat dan terukur sebagai wujud kepedulian bersama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya kemanusiaan tersebut. Kemenag Wonogiri siap bersinergi melalui peran penyuluhan keagamaan, koordinasi dengan lembaga zakat, serta penguatan kepedulian umat dalam membantu saudara-saudara yang terdampak bencana. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian masyarakat Wonogiri terhadap korban bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.








