Wonogiri (Humas) – Sebanyak 569 peserta didik mengikuti Lomba Mata Pelajaran Seni Islami (MAPSI) tingkat Kecamatan Jatisrono yang diselenggarakan pada (10/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di SDN 1 Jatisrono, SDN 5 Jatisrono, dan Pendopo Kecamatan Jatisrono, serta dibuka secara resmi oleh Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko.
MAPSI menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta mengasah kemampuan dan kreativitas di bidang Pendidikan Agama Islam dan seni Islami. Sebanyak 13 cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, dengan melibatkan peserta dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Jatisrono.

Kegiatan ini dihadiri Camat Jatisrono, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), Pengawas Daerah Binaan (Dabin), kepala sekolah, serta para guru PAI. Kehadiran berbagai unsur pendidikan tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pengembangan kompetensi peserta didik, khususnya dalam bidang keagamaan dan pembentukan karakter.
Ketua Panitia, Parmin, menyampaikan bahwa MAPSI memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mengembangkan kemampuan peserta didik. Menurutnya, kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
“Melalui kegiatan MAPSI, kami berharap siswa semakin memahami ajaran agama Islam dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter peserta didik, meningkatkan prestasi di berbagai cabang lomba, serta menumbuhkan sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan,” ungkap Parmin.
Sementara itu, Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko, menyampaikan bahwa MAPSI memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggali dan mengeksplorasi potensi yang dimiliki. Melalui kompetisi ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman berharga dalam berprestasi, tetapi juga semakin memahami nilai-nilai keagamaan sebagai landasan pembentukan budi pekerti.

Ia berharap nilai-nilai yang dipelajari melalui kegiatan MAPSI dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan demikian, MAPSI tidak hanya melahirkan peserta didik yang berprestasi, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia dan memiliki karakter Islami.
Camat Jatisrono juga berharap para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik dapat melanjutkan perjuangan ke tingkat Kabupaten Wonogiri, bahkan hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah. Harapan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan MAPSI tingkat Kecamatan Jatisrono, sinergi antara pemerintah kecamatan, satuan pendidikan, guru PAI, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan semakin kuat dalam mendukung pendidikan agama Islam. Semangat berkompetisi yang sehat, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi yang religius, berprestasi, dan berakhlak mulia.









