Wonogiri (Humas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonogiri menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi anggaran Bimas Islam sebagai upaya memperkuat tata kelola anggaran, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung optimalisasi pelayanan berdampak melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Bimas Islam, yang terdiri atas Kasi Bimas Islam, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kepala KUA, perencana, pelaksana jajaran Bimas Islam, serta Ketua Pokjaluh. Kegiatan juga menjadi momentum koordinasi dan penyamaan persepsi bagi sejumlah SDM baru, termasuk sekitar 25 penghulu dan penyuluh agama.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wonogiri menekankan pentingnya koordinasi dan pengelolaan anggaran secara efektif di tengah kondisi efisiensi. Meskipun demikian, efisiensi diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi anggaran, serapan pada kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) telah mencapai sekitar 67 hingga 70 persen. Capaian tersebut menempatkan Kemenag Kabupaten Wonogiri dalam jajaran 10 besar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengh.

Untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran pada sisa tahun berjalan, jajaran Bimas Islam didorong segera merencanakan dan merealisasikan transport Jaspro serta kegiatan bimbingan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, perhitungan operasional dan transportasi perlu memperhatikan ketentuan berdasarkan kegiatan atau kejadian.
Selain anggaran, rapat juga membahas penguatan sarana dan prasarana KUA. Salah satu capaian yang disampaikan adalah selesainya pembangunan Gedung SBSN KUA Kismantoro yang telah dilengkapi dengan talud dan sumur serta telah diresmikan.

Sementara itu, sejumlah KUA dipersiapkan untuk pembangunan dan pengembangan sarana prasarana pada tahun-tahun mendatang. KUA Selogiri dipersiapkan untuk pembangunan melalui dana SBSN tahun 2027, sedangkan KUA Sidoarjo dan KUA Batuwarno dipersiapkan untuk alokasi tahun 2028.
Jajaran Bimas Islam juga didorong untuk melakukan percepatan dalam penyiapan dan pematangan lahan, termasuk pengurokan, sehingga ketika anggaran SBSN tersedia, lahan telah dalam kondisi siap untuk pembangunan.
Pada aspek SDM, Kakankemenag menyoroti keberadaan tenaga baru, khususnya generasi muda, yang dinilai memiliki kemampuan belajar dan beradaptasi secara cepat. Namun, kemampuan tersebut perlu diimbangi dengan daya tahan kerja, konsistensi, serta pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab dalam lingkungan birokrasi.
Dalam pembinaan SDM, ditekankan pentingnya hubungan saling membimbing antara senior dan junior melalui prinsip asah, asih, dan asuh. Selain itu, komunikasi, koordinasi, diplomasi, dan relasi yang baik dengan berbagai instansi juga dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas dan memperjuangkan kebutuhan anggaran maupun fasilitas operasional.

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh jajaran Bimas Islam diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja, memperkuat pemahaman terhadap regulasi, mengoptimalkan pengelolaan anggaran dan sarana prasarana, serta memberikan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat melalui KUA.







