Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri terus mendorong terwujudnya pendidikan madrasah yang berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Salah satunya melalui pengawalan pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat MTsN yang berlangsung di MTsN 1 Wonogiri, Selasa (8/9/2026). Kepala Kankemenag Kabupaten Wonogiri, H. Hariyadi, bersama Kasi Pendidikan Madrasah Ismu Faridah hadir secara langsung untuk melakukan monitoring sekaligus memastikan pelaksanaan OMI berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan.
Sebanyak 50 peserta mengikuti pelaksanaan OMI di MTsN 1 Wonogiri. Para peserta berkompetisi dalam sejumlah bidang mata pelajaran, meliputi Matematika Terpadu, IPA Terpadu, dan IPS Terpadu. Sejak pelaksanaan dimulai, peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan dan antusias. Monitoring dilakukan tidak hanya untuk melihat kesiapan teknis pelaksanaan, tetapi juga memastikan peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang kompetisi tersebut.

Kepala Kankemenag Wonogiri, H. Hariyadi, menegaskan bahwa pelaksanaan OMI menjadi bagian penting dalam membangun budaya prestasi di lingkungan madrasah. Menurutnya, kompetisi akademik seperti OMI memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir, meningkatkan kepercayaan diri, serta belajar menghadapi tantangan secara sportif. Pengalaman yang diperoleh melalui kompetisi diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi pada jenjang yang lebih tinggi.
Kehadiran Kankemenag Wonogiri dalam monitoring OMI juga menjadi bentuk komitmen untuk memastikan program pendidikan benar-benar berdampak bagi peserta didik dan madrasah. Pendidikan tidak hanya diukur dari proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dari sejauh mana madrasah mampu memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Melalui ajang seperti OMI, siswa didorong untuk berani berkompetisi, berpikir kritis, meningkatkan kemampuan akademik, sekaligus membangun karakter positif.

Kasi Pendidikan Madrasah Ismu Faridah turut memastikan pelaksanaan OMI di MTsN 1 Wonogiri berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Koordinasi dan pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan kompetisi sehingga seluruh proses dapat berjalan secara objektif, tertib, dan profesional.
Kemenag Wonogiri berharap OMI tidak sekadar menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik madrasah. Setiap peserta diharapkan mendapatkan pengalaman berharga, motivasi untuk terus belajar, serta kesempatan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, keberadaan madrasah semakin mampu melahirkan generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.







