Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menegaskan pentingnya sikap moderat, adil, dan profesional bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diselenggarakan di MAN Wonogiri, Rabu (28/10/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Harno, dalam arahannya menekankan bahwa setiap ASN harus mampu memberikan pelayanan yang adil tanpa membedakan latar belakang suku, ras, golongan, maupun kelompok masyarakat lainnya.
“Sebagai ASN, kita harus moderat dalam melayani seluruh masyarakat di Kabupaten Wonogiri. Semoga pengabdian yang kita lakukan benar-benar lahir dari ketulusan untuk melayani masyarakat. Berikan pelayanan dengan adil, ramah, dan sopan tanpa membeda-bedakan siapa pun,” pesannya.
Harno juga menegaskan bahwa komitmen Kemenag Wonogiri adalah terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berdampak, yakni pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, setiap ASN diharapkan mampu mengikuti kegiatan orientasi dengan sungguh-sungguh serta menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Tim Pelatihan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Khairul Anwar, menjelaskan bahwa kegiatan orientasi tersebut merupakan kelanjutan dari tahapan pertama, yaitu Massive Open Online Course (MOOC). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran dan pengembangan kompetensi ASN untuk memperkuat kesiapan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.
Khairul mengajak para peserta untuk mensyukuri kesempatan mengikuti pelatihan klasikal tersebut. Menurutnya, kesempatan mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi secara tatap muka merupakan hal yang patut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga peserta memperoleh tambahan wawasan, motivasi, dan semangat baru dalam bekerja.

Kegiatan orientasi ini diikuti oleh 40 peserta dan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis. Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi dan pendampingan dari para widyaiswara BDK Semarang guna memperkuat pemahaman, sikap, serta kompetensi dalam menjalankan tugas sebagai ASN.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Wonogiri berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama, profesionalitas, integritas, dan semangat melayani dalam lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan ASN Kementerian Agama yang berintegritas, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, orientasi tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan berdampak di Kabupaten Wonogiri.







