Wonogiri (Humas) – Semarak peringatan Hari Santri 2026 diwarnai dengan penyelenggaraan Festival di MI Al Iman, Ngadirojo, Sabtu, (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa madrasah ibtidaiyah untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan keterampilan sekaligus mengukir prestasi sejak dini.
Al Iman Festival diikuti siswa kelas 1–6 dari 13 madrasah ibtidaiyah, yaitu MIN 1 Wonogiri, MIM Nambangan, MI Unggulan Nurul Islam, MI Darul Iman, MI Al Iman, MI Asmaul Husna, MI Tahfidzul Quran Nurul Iman, MI Al Alim, MI Darussalam, MI Al Hikmah, MI Al Falah, MI Unggulan Ar Roudhoh Pancasila Sakti, dan MI Al Firdaus. Berbagai cabang lomba diselenggarakan, meliputi tilawah, tahfidz, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Jawa, kaligrafi, dan mewarnai.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, hadir bersama Kasi Pendidikan Madrasah Ismu Faridah dan para pengawas madrasah. Dalam arahannya, Hariyadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Kementerian Agama dalam memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi peserta didik. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan bakat serta keterampilan yang dimiliki.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kasi Pendidikan Madrasah, para pengawas, serta guru madrasah yang memiliki komitmen kuat dalam memajukan pendidikan madrasah. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong kemajuan madrasah sekaligus menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan meraih prestasi sebagaimana peserta didik lainnya.

Kepada dewan juri, Hariyadi berpesan agar memberikan penilaian secara objektif dan adil kepada seluruh peserta. Dengan demikian, kompetisi dapat berlangsung dengan baik serta menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
Melalui Festival ini, diharapkan tumbuh generasi santri yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan akhlak yang baik, tetapi juga berbakat, terampil, percaya diri, dan berprestasi. Semangat Hari Santri menjadi momentum untuk terus memperkuat pembinaan peserta didik serta mendorong madrasah melahirkan generasi unggul yang membanggakan.







