Wonogiri (Humas) – Sebanyak 140 siswa SMP se-Kabupaten Wonogiri mengikuti Lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI) SMP ke-XV Tingkat Kabupaten Wonogiri yang digelar di Gedung PGRI Wonogiri, Selasa (6/10/2026).
Mengusung tema “Membentuk Generasi yang Berilmu, Beriman, Berbudaya dan Berprestasi untuk Wonogiri Maju, Mandiri dan Sejahtera”, kegiatan tersebut merupakan program kerja Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Wonogiri. Selain menjadi ruang pengembangan potensi peserta didik, lomba ini juga menjadi ajang seleksi untuk menentukan wakil-wakil terbaik Kabupaten Wonogiri yang akan berlaga pada tingkat Provinsi Jawa Tengah pada November mendatang.

Ketua Panitia, Darmawan Basri, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti lomba tingkat kabupaten merupakan hasil seleksi dari masing-masing subrayon atau distrik. Juara pertama dan runner up dari setiap cabang lomba berhak melanjutkan kompetisi pada tingkat kabupaten.
“Lomba MAPSI ini menjadi wadah untuk menghasilkan siswa-siswi terbaik yang nantinya akan mewakili Kabupaten Wonogiri di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” jelas Darmawan.
Sebanyak tujuh cabang diperlombakan, yakni Cerdas Cermat Islami, Pidato, Tahfidzul Qur’an, Tilawatil Qur’an, Tartil Qur’an, Kaligrafi, dan Adzan. Seluruh peserta berkompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas sekaligus menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap nilai-nilai ajaran Islam.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa MAPSI bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan atau mengejar kemenangan.
“Lomba MAPSI bukan sebagai ajang unjuk gigi, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan pondasi ilmu agama Islam kepada anak-anak kita,” ungkapnya.

Menurutnya, MAPSI juga menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter. Melalui kompetisi, peserta didik dilatih untuk memiliki kesiapan menerima kemenangan maupun kekalahan.
“Anak-anak harus siap menerima kemenangan dan siap menerima kekalahan. Ini merupakan salah satu prinsip agar anak-anak kita memahami bahwa kehidupan ini penuh dengan kompetisi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Lomba MAPSI SMP ke-XV Tingkat Kabupaten Wonogiri, menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya melalui penguatan pendidikan agama.
“Kementerian Agama terus berkontribusi dalam mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Wonogiri. Ini merupakan bagian dari dharma bakti Kementerian Agama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Hariyadi.

Ia menambahkan, Kemenag Wonogiri senantiasa membangun kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh, berkembang, berprestasi, dan memiliki daya saing.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari syiar kita untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ajaran Islam. Kita memberikan ruang kepada anak-anak untuk terus tumbuh dan berprestasi, sekaligus membangun daya saing serta kecintaan mereka terhadap Islam,” jelasnya.
Hariyadi juga mengingatkan bahwa keberagaman merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah ayat 48:
“Likulli ja‘alnā minkum syir‘atan wa minhājā.”
“Bagi tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.”
Menurut Hariyadi, semangat kompetisi dalam MAPSI hendaknya tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan generasi muda yang berilmu, beriman, berbudaya dan berprestasi.

Melalui pelaksanaan MAPSI ke-XV tersebut, diharapkan lahir generasi muda Kabupaten Wonogiri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan seni Islami, tetapi juga berkarakter, sportif, religius, serta mampu membawa nama baik Kabupaten Wonogiri pada tingkat Provinsi Jawa Tengah. Para juara terbaik tingkat Kabupaten Wonogiri selanjutnya akan dipersiapkan untuk mengikuti Lomba MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah pada November 2026 mendatang.






