Wonogiri (Humas) – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simulasi Akad Nikah bagi Penghulu Ahli Pertama di New Lodji Tandon, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan penghulu dalam memberikan pelayanan nikah kepada masyarakat.
Ketua APRI Kabupaten Wonogiri, Zainal Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimtek dan simulasi akad nikah merupakan bagian dari upaya pembinaan bagi penghulu ahli pertama agar siap menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengukur kesiapan penghulu ahli pertama untuk terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai dalam pelayanan nikah,” ujar Zainal Arifin.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, menegaskan bahwa penghulu merupakan ujung tombak pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama, sehingga dituntut memiliki kemampuan yang komprehensif, baik dari aspek regulasi, keilmuan, maupun komunikasi.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan nikah. Oleh karena itu, penghulu yang baru diharapkan tidak ragu untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan penghulu senior agar tercipta penguatan kompetensi dan keseragaman pelayanan.
“Penghulu yang baru hendaknya sering berbagi pengalaman dengan penghulu senior. Dengan saling menguatkan, pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik dan berbagai persoalan dapat diminimalkan,” pesannya.
Hariyadi juga mengingatkan seluruh penghulu untuk terus memperdalam pemahaman terhadap berbagai regulasi yang berkaitan dengan administrasi nikah, mulai dari administrasi pendaftaran hingga administrasi pelaksanaan pernikahan. Selain itu, penguasaan ilmu fikih munakahat dan Kompilasi Hukum Islam harus terus diasah sebagai bekal dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, seorang penghulu juga harus mampu menyampaikan khutbah nikah dengan baik serta memiliki kemampuan komunikasi publik dan public speaking yang mumpuni. Keterampilan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
“Penghulu bukan hanya bertugas menikahkan, tetapi juga menjadi representasi Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan yang profesional, komunikatif, dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hariyadi mengajak seluruh penghulu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan. Ia menilai APRI merupakan rumah bersama bagi para penghulu untuk saling belajar, berbagi pengalaman, membangun komunikasi, serta memperkuat solidaritas profesi.
Di akhir arahannya, Hariyadi menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam setiap tahapan pelayanan di Kantor Urusan Agama (KUA). Menurutnya, setiap penghulu harus mampu mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini agar pelayanan berjalan sesuai regulasi, akuntabel, dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Melalui bimtek dan simulasi akad nikah ini, diharapkan seluruh penghulu ahli pertama di Kabupaten Wonogiri semakin siap menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat dengan kompetensi yang unggul, profesionalisme yang tinggi, serta komitmen memberikan layanan keagamaan yang berdampak bagi umat.




