Wonogiri (Humas) — Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), digelar kegiatan Diklat Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi Guru PAI Sekolah Dasar se-Kabupaten Wonogiri Selasa, (9/6/2026) di RM. Saraswati Brumbung. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan di era digital.
Ketua panitia, Mahmud Mustopa Rohman, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diklat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial ini merupakan hasil musyawarah bersama para Ketua KKG PAI Kabupaten Wonogiri. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar guru PAI, meningkatkan kompetensi Guru PAI di Kabupaten Wonogiri, serta menumbuhkan giroh dan semangat dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Wonogiri.
“Terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang telah terjalin antara Dinas Pendidikan dengan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Mahmud.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, dalam sambutannya mengajak para guru untuk kembali menghidupkan komunitas belajar sebagai sarana pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
“Bapak ibu guru harus terus meningkatkan kompetensinya. Guru merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan pendidikan di Kabupaten Wonogiri,” tegasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa forum diklat tersebut menjadi bagian penting dalam menambah daya kapasitas dan pengetahuan para guru, khususnya dalam menghadapi perkembangan dunia digital yang semakin pesat.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip pesan sahabat Nabi, “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka diciptakan bukan di zamanmu.” Menurutnya, kutipan tersebut memiliki makna mendalam bahwa para pendidik harus mampu memahami perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin canggih.
“Resonansi dunia digital semakin maju. Kita harus mampu menangkap peluang dengan kecepatan perubahan zaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa guru agama memiliki tugas yang lebih luas, bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada peserta didik.
“Bagaimana anak-anak ini memiliki bekal agama yang kuat, sekaligus bagaimana kecerdasan artifisial ini bisa diejawantahkan kepada anak-anak didiknya secara positif dan bermanfaat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri beserta staf, para Pengawas PAI, Ketua Korwil Wonogiri, serta bapak ibu guru peserta diklat.
Kegiatan diklat ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi guru PAI SD dalam memanfaatkan teknologi koding dan kecerdasan artifisial sebagai media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan.







