Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) “KUA Goes To School” sebagai upaya membekali generasi muda dengan pemahaman kehidupan berkeluarga sekaligus mencegah perkawinan usia anak Selasa, (28/7/2026) di Aula PLHUT Kemenhaj Wonogiri. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Wonogiri, Kabag Kesra, Dinas Sosial, para Kepala KUA se-Kabupaten Wonogiri, perencana, keuangan serta jajaran seksi Bimas Islam Kankemenag Wonogiri.
Dalam laporannya, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Wonogiri, Heru Budi Santosa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kehidupan berkeluarga yang harmonis berdasarkan ajaran Islam. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mencegah terjadinya perkawinan usia anak melalui edukasi dan pembinaan kepada remaja usia sekolah.
Heru menjelaskan, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga, sekaligus didorong untuk memiliki karakter yang sehat, bertanggung jawab, dan siap menghadapi kehidupan berumah tangga. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Bimbingan Perkawinan Remaja “KUA Goes To School” dalam mewujudkan keluarga sakinah serta memperkuat sinergi antara Kantor Kementerian Agama dengan sekolah, madrasah, dan instansi terkait dalam pembinaan generasi muda.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, saat memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui jalur pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi umat.
“Hari ini kita dedikasikan kegiatan ini untuk mewujudkan Wonogiri yang ayem, tenteram, dan penuh kerukunan. Kerukunan tidak akan terwujud apabila setiap individu masih memiliki persoalan dalam kehidupannya. Karena itu, melalui kegiatan ini kita merumuskan langkah-langkah pelayanan terbaik bagi masyarakat Wonogiri,” ujarnya.
Hariyadi menekankan pentingnya memberikan pemahaman tentang kehidupan pernikahan sejak usia remaja. Menurutnya, remaja sekolah perlu dipersiapkan dengan wawasan yang benar mengenai pernikahan agar mampu membangun keluarga yang berkualitas di masa depan.

“Anak-anak usia remaja harus dikenalkan dengan pemahaman tentang pernikahan. Mereka harus belajar dan memahami makna berkeluarga dengan baik agar tidak mengalami kegagalan dalam membangun rumah tangga. Bekal pengetahuan sejak dini menjadi investasi penting untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan masyarakat yang sejahtera,” tegasnya.
Melalui kegiatan Rakor ini, Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri berharap mampu mencetak generasi muda yang matang secara mental, memiliki kesiapan membangun keluarga sakinah, serta menjadi bagian dari upaya bersama menekan angka perkawinan usia anak demi terwujudnya masyarakat Wonogiri yang rukun, harmonis, dan berdaya.









