Wonogiri (Humas) – Forum Silaturahmi dan Informasi (FOSISI) Pengawas se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi dan Silaturahmi di RM. Ajang Lemper Kabupaten Wonogiri pada Rabu (22/6/2026) dengan mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Pengawasan yang Berkualitas Berbasis PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026.” Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali ini diikuti oleh pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pengawas madrasah se-Solo Raya sebagai wadah mempererat silaturahmi, berbagi informasi, serta meningkatkan kompetensi kepengawasan.
Mewakili panitia, Aris Suryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap forum ini terus menjadi ruang kolaborasi antar pengawas dalam memperkuat kualitas pengawasan pendidikan. Sementara itu, Ketua FOSISI, Sumana, juga memberikan arahan terkait pelaksanaan kegiatan FOSISI ke depan agar semakin memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi pengawas di wilayah Solo Raya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkenan hadir di Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, tugas pengawas saat ini memiliki tantangan yang cukup besar mengingat keterbatasan jumlah tenaga pengawas serta belum adanya rekrutmen baru.
Ia juga menyampaikan bahwa manajemen talenta mulai diterapkan di lingkungan Kementerian Agama sebagaimana disampaikan Kepala Biro SDM, sehingga pengembangan karier ASN semakin terbuka sesuai kompetensi yang dimiliki. Salah satu contohnya, jabatan Kepala KUA ke depan tidak hanya dapat diisi oleh penghulu, tetapi juga berpeluang berasal dari penyuluh agama yang memenuhi persyaratan.
Lebih lanjut, Kakankemenag menegaskan bahwa peran pengawas sangat strategis dalam memastikan peningkatan profesionalitas guru serta menjaga mutu pembelajaran di madrasah. Menurutnya, madrasah harus mampu menjawab ekspektasi masyarakat melalui layanan pendidikan yang berkualitas, sekaligus memastikan implementasi moderasi beragama berjalan dengan baik di lingkungan sekolah maupun madrasah.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik. “Pastikan madrasah benar-benar menjadi tempat yang ramah anak dan bebas dari praktik perundungan (bullying). Lingkungan pendidikan yang aman akan melahirkan generasi yang unggul dan berkarakter,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antar pengawas di wilayah Solo Raya semakin kuat sehingga mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu, profesional, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan kepada masyarakat.







