Wonogiri (Humas) — Jajaran Pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri mengikuti kegiatan pembinaan dan pelantikan kenaikan jenjang jabatan fungsional guru yang dilaksanakan pada Rabu, (11/2/2026) di Aula PLHUT secara daring oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen profesionalisme, integritas, dan loyalitas bagi para guru yang mendapatkan amanah jabatan.
Dalam arahannya, Kakanwil Saiful Mujab menegaskan bahwa setiap jabatan yang diemban harus diawali dengan sumpah jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual. Sumpah tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tugas dan fungsi yang dijalankan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.
“Jabatan apapun harus melalui sumpah jabatan. Artinya, dalam bekerja dan melaksanakan tugas serta fungsi yang diamanahkan, kita telah berjanji untuk mengabdikan diri kepada negara dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa jabatan fungsional merupakan jabatan yang dijalankan sesuai tugas, fungsi, serta profesionalitas berdasarkan kompetensi masing-masing. Para guru diharapkan dapat menjalankan tugas secara maksimal sehingga kenaikan pangkat berjalan tanpa hambatan, menghasilkan prestasi kerja, dan mencapai angka kredit terbaik.
Lebih lanjut disampaikan bahwa para pejabat fungsional dituntut memiliki integritas, loyalitas, dan profesionalitas. Jabatan yang dipilih merupakan pilihan pribadi, sehingga harus dijalankan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk pengabdian bernilai ibadah.
“Kementerian Agama tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga tugas keagamaan. Oleh karena itu, ikhlas beramal harus menjadi tujuan dalam bekerja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Hariyadi, dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para guru yang dilantik. Ia mengingatkan agar capaian tersebut disyukuri serta didedikasikan kepada keluarga, terutama orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan.
“Berterima kasihlah kepada semua yang mendukung, karena doa-doa itulah yang mengantarkan bapak ibu sampai pada titik ini. Jadikan pengabdian ini sebagai bentuk darma bakti kepada keluarga dan orang tua,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ASN tidak hanya dituntut bekerja, tetapi harus berkinerja dan memberikan kontribusi nyata. Pengabdian yang dilakukan diharapkan menjadi bekal kebaikan di dunia dan akhirat.
“Selamat bekerja dan berkinerja. Semoga pengabdian yang dilakukan menjadi bekal yang bernilai ibadah,” pungkasnya.










