Wonogiri (Humas) – Kantor Kementeria Agama Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam menggelar Pelatihan Disiplin Positif bagi Lembaga Pendidikan yang digelar di Alami Sayang, Ngadirojo, Rabu (29/4/2026), berlangsung dengan penuh antusias. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi.

Dalam sambutannya, Hariyadi menyampaikan bahwa momentum pelatihan ini menjadi waktu yang tepat untuk membahas peran strategis pondok pesantren (ponpes) dalam dunia pendidikan di Indonesia. Menurutnya, pemerintah telah memberikan ruang yang cukup bagi perkembangan ponpes, meskipun masih terdapat berbagai hal yang perlu terus ditingkatkan.
Ia menegaskan bahwa ponpes merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah lama berkontribusi dalam mencetak generasi bangsa. Bahkan, setelah 77 tahun Indonesia merdeka, keberadaan ponpes semakin mendapat pengakuan resmi dari negara, salah satunya melalui penetapan Hari Santri.
“Pondok pesantren memiliki peran penting dalam penanaman nilai-nilai karakter, kebangsaan, dan keagamaan. Ini menjadi kekuatan utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,” ujar Hariyadi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nasionalisme santri harus terus diperkuat agar mampu menjadi benteng dalam menjaga keutuhan bangsa. Ponpes, lanjutnya, bukan hanya milik kalangan tertentu, melainkan milik seluruh masyarakat yang telah terbukti berkontribusi besar bagi negeri.
“Ponpes adalah milik kita semua, telah berkontribusi untuk negeri ini, dan menjadi benteng nasionalisme yang kokoh,” tegasnya. Melalui pelatihan ini, Hariyadi berharap konsep disiplin positif dapat diterapkan secara optimal di berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih humanis dan berkarakter.








