Wonogiri (Humas) – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam se-Solo Raya menggelar Rapat Koordinasi Triwulanan pada Rabu (8/7/2026) di Rumah Makan Laras, Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat sinergi, meningkatkan kompetensi, serta mempererat koordinasi antarpenyuluh agama Islam di wilayah Solo Raya.

Ketua Pokjaluh Solo Raya, Slamet Arifin, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah penyuluh agama Islam di wilayah Solo Raya saat ini mencapai 567 orang, yang terdiri dari 110 penyuluh berstatus PNS dan 457 penyuluh PPPK. Ia juga menyampaikan bahwa rapat koordinasi Pokjaluh berikutnya akan diselenggarakan di Kota Surakarta (Solo).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Rakor di Kabupaten Wonogiri yang pada triwulan ini mendapat kehormatan sebagai tuan rumah.

“Rapat koordinasi ini dilaksanakan secara rutin setiap triwulan sebagai media memperkuat komunikasi dan meningkatkan kualitas penyuluh agama. Penyuluh harus menjadi sosok yang dinamis, terus mengembangkan kompetensi, serta mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Hariyadi.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonogiri hingga saat ini berjalan dengan baik dan kondusif. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif para penyuluh agama dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat.

“Moderasi beragama harus terus dikembangkan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Sugeng rawuh di Wonogiri, terima kasih atas kehadiran seluruh peserta yang telah berkenan hadir dalam kegiatan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis penyuluh agama di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan arus digitalisasi.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pemahaman keagamaan yang benar kepada masyarakat sehingga mampu menjadi penyejuk sekaligus pembimbing di tengah derasnya berbagai informasi yang beredar.

“Dalam era perkembangan informasi yang begitu pesat, penyuluh agama diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, mengajarkan nilai-nilai agama secara benar, serta menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan berakhlak mulia,” ujar Bupati.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarpenyuluh agama Islam se-Solo Raya, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan keagamaan sekaligus memperkuat moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat.









