Wonogiri (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MAN Wonogiri pada Rabu, (8/4/2026). Kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan remaja dalam rangka mempersiapkan kehidupan berkeluarga serta mencegah pernikahan usia anak.

Kepala MAN Wonogiri Sunar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri atas terselenggaranya kegiatan BRUS di lingkungan madrasah. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pembekalan yang bermanfaat bagi para siswa dalam menghadapi tantangan masa remaja serta merencanakan masa depan dengan lebih matang. Selain itu, beliau juga mendorong para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Heru Budi Santosa. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pembinaan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan ke depan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB dengan menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Ekki Tajul Arifin, S.Sos.I., Danu Aris Setiyanto, S.Sy., dan Slamet Arifin, S.Pd.I. Para narasumber menyampaikan berbagai materi penting, antara lain konsep remaja sehat, pemahaman konsep diri, pengenalan nilai-nilai pribadi, serta pembangunan “jembatan harapan” sebagai perencanaan masa depan remaja.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai tantangan dan problematika remaja masa kini beserta solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada sesi lanjutan, peserta mendapatkan materi keterampilan mengelola diri yang mencakup pengendalian emosi, komunikasi yang sehat, kemampuan mengambil keputusan, serta membangun hubungan sosial yang harmonis.

Materi tentang lingkar kendali dan lingkar kepedulian turut disampaikan guna membentuk pola pikir yang bijak dalam menyikapi berbagai kondisi kehidupan. Tak hanya itu, peserta juga menerima penguatan karakter melalui konsep Remaja Qeren Qur’ani (RQQ), yang menekankan nilai-nilai keteladanan para nabi seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, integritas, serta sikap moderasi beragama.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta praktik kelompok sehingga materi dapat dipahami secara lebih aplikatif oleh para peserta. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib dan lancar. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Diharapkan melalui kegiatan ini, para remaja mampu meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan dalam menghadapi masa remaja, serta memiliki bekal yang cukup untuk meraih masa depan yang lebih baik.









