Wonogiri (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka Peningkatan Reformasi Birokrasi Menuju ASN Kelas Dunia pada Rabu (8/4/2026), bertempat di RM Alami Sayang. Kegiatan ini menghadirkan Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Faisal, S.E., M.Si., CA, CSEP, QIA, CGCAE sebagai narasumber utama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Hariyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai program unggulan terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Kami didukung oleh seluruh ASN yang ada. Layanan unggulan kami di bidang pertanian seperti bantuan sumur bor/pantek budidaya ayam petelur, ternak kambing, serta pendampingan UMKM melalui penyuluh agama di lapangan. Kami terus bersemangat untuk berkontribusi dan memberikan layanan berdampak kepada masyarakat,” ungkapnya.
pada kesempatan yang sama, Dr. Faisal dalam arahannya menekankan pentingnya bekerja dengan hati serta menjaga integritas sebagai ASN. Ia mengingatkan bahwa setiap pelayanan yang diberikan akan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat. “Rezeki sudah diatur oleh Allah dan tidak akan tertukar. Ketika kita mempersulit orang lain, maka urusan kita pun akan dipersulit,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan masyarakat terhadap Kementerian Agama, di antaranya terwujudnya institusi yang bersih dari praktik KKN, kemudahan akses layanan, transparansi dalam pelayanan publik, serta objektivitas dalam pengelolaan sumber daya manusia. Hal ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh ASN untuk terus berbenah.
Dalam paparannya, Dr. Faisal juga mengulas berbagai permasalahan dalam layanan publik yang masih perlu diperbaiki, meliputi aspek sumber daya manusia yang belum sepenuhnya profesional dan berbudaya melayani, tata kelola birokrasi yang masih berbelit dan kurang koordinasi, hingga lemahnya pengawasan. Selain itu, tantangan digitalisasi dan infrastruktur seperti kesenjangan akses dan keterampilan digital, serta belum terintegrasinya aplikasi layanan juga menjadi perhatian. Tidak kalah penting, aspek partisipasi dan akses informasi masyarakat yang masih terbatas serta rendahnya literasi turut menjadi hambatan dalam optimalisasi pelayanan publik.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat integritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang prima, transparan, dan akuntabel demi mewujudkan birokrasi yang profesional dan berkelas dunia.









