Wonogiri (Humas) — Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Wonogiri menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Kepenghuluan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bertempat di RM. Bu Sayem, Ngadirojo pada Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh anggota APRI beserta Kepala KUA se-Kabupaten Wonogiri. Rakor tersebut merupakan pertemuan perdana APRI Cabang Wonogiri di tahun ini, sekaligus menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan profesionalisme para penghulu dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan keagamaan.
Ketua APRI, Zainal Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen APRI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepenghuluan.
“Rakor ini diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan kita terhadap masyarakat. Ini merupakan pertemuan pertama di tahun ini. Kami mohon arahan dan pembinaan dari Kepala Kantor agar kami dalam menjalankan tugas senantiasa sesuai dengan ketentuan dan tanggung jawab kedinasan,” ungkapnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, seluruh anggota APRI dapat memperkuat pemahaman regulasi, etika profesi, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi dinamika pelayanan masyarakat yang semakin kompleks.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, dalam arahannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi kepenghuluan, khususnya dalam pemaknaan hukum munakahat sebagai dasar utama dalam pelaksanaan tugas kepenghuluan.
“Kompetensi kepenghuluan sangat penting, terutama dalam memahami dan memaknai hukum munakahat. Sebagai penghulu, peningkatan kompetensi ini mutlak diperlukan karena kita berada langsung di tengah masyarakat dan membawa nama baik Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa organisasi profesi kepenghuluan memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan karier dan pengelolaan kepegawaian. Oleh karena itu, seluruh penghulu diharapkan aktif dalam kegiatan organisasi dan senantiasa meningkatkan kapasitas diri.

Selain itu, Hariyadi mengingatkan bahwa beberapa penghulu baru berasal dari luar daerah, sehingga perlu memahami karakteristik sosial, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Wonogiri.
“Pemahaman terhadap kearifan lokal sangat penting agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan dengan baik, humanis, dan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup di masyarakat,” imbuhnya. Melalui kegiatan rakor ini, diharapkan terwujud penghulu yang profesional, berintegritas, dan berkompeten dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi bersama guna meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Kabupaten Wonogiri secara berkelanjutan.










