Wonogiri (Humas) – Dalam rangka mendorong peningkatan prestasi dan pengembangan potensi madrasah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Wonogiri menyelenggarakan kegiatan pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Selasa, (27/1/2026) di Ruang kelas setempat. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan sinergi seluruh civitas madrasah dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing.

Dalam sambutannya Kepala Madrasah, Ahmad Syaifuddin Zuhri menyampaikan pentingnya menangkap dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki madrasah agar mampu melahirkan prestasi yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan awal tahun yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan.
Menurutnya, prestasi madrasah tidak hanya diukur dari capaian peserta didik, tetapi juga dari kinerja dan prestasi para guru. “Anak-anak harus berprestasi, namun guru juga dituntut untuk terus berprestasi, berinovasi, dan meningkatkan profesionalisme,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh perencanaan yang telah disusun harus diwujudkan dalam bentuk prestasi nyata. Setiap program dan rencana kerja diharapkan tidak berhenti pada konsep, tetapi mampu memberikan hasil yang berdampak pada peningkatan mutu madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi dalam pembinaannya menegaskan bahwa dunia saat ini berada dalam situasi perubahan yang sangat cepat dan penuh tantangan. Kondisi tersebut menuntut para guru dan tenaga kependidikan untuk terus meng-upgrade pengetahuan, keterampilan, dan wawasan agar mampu menjawab kebutuhan zaman.
Hariyadi juga mengaitkan pesan tersebut dengan kandungan Surat Al-Mujadalah, yang dalam konteks dunia pendidikan menegaskan pentingnya aksi dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Hal ini selaras dengan pelaksanaan tugas dan program yang telah tertuang dalam DIPA, yang harus disukseskan melalui kinerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi hasil.

Mengakhiri arahannya, Kakankemenag Wonogiri mengajak seluruh civitas madrasah untuk mengawali tahun ini dengan penuh semangat dan komitmen bersama. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai tantangan di lingkungan madrasah, termasuk potensi terjadinya pelecehan seksual, bullying yang harus dicegah sejak dini melalui penguatan edukasi, pengawasan, dan pembinaan karakter. “Madrasah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh warga madrasah,” pungkasnya.









