Wonogiri (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, menghadiri kegiatan workshop bertajuk “Interacting Live in Bagi Agamawan Muda se-Kabupaten Wonogiri” yang mengangkat tema “Agama-Agama sebagai Sumber Perdamaian”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dialogue Centre UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan Mennonite Central Committee (MCC) dan YKPAI di Hotel Tosan Sukoharjo, Jumat (24/4/2026). Acara ini akan berlangsung dalam 3 hari ke depan hingga hari minggu mendatang. Sebanyak 50 agamawan muda dari Kabupaten Wonogiri, serta perwakilan dari beberapa negara mengikuti workshop ini.

Dalam sambutannya, Hariyadi menyampaikan bahwa kehadiran para peserta, khususnya agamawan muda, menjadi momentum penting dalam merawat dan memperkuat kerukunan umat beragama, khususnya di Wonogiri. Ia menilai, meskipun kegiatan dilaksanakan di Sukoharjo, semangat yang dibangun tetap membawa dampak positif bagi wilayah Wonogiri.
“Atas nama Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk terus merawat wilayah kerukunan yang selama ini sudah terjaga dengan kondusif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kondisi kehidupan umat beragama di Wonogiri saat ini berada dalam suasana rukun dan harmonis. Namun demikian, upaya penguatan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui pembinaan dan pelibatan generasi muda dalam dialog lintas agama.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, kerukunan yang sudah baik dapat semakin indah, semakin kuat, dan semakin harmonis. Terlebih yang disasar adalah para agamawan muda, yang ke depan akan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tambahnya.
Ketua Panitia Lokal, Mursidi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris FKUB Wonogiri, menjelaskan bahwa peserta workshop terdiri dari 50 agamawan muda dengan komposisi yang proporsional, baik dari sisi gender maupun perwakilan agama dan aliran kepercayaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dialog Center UIN Sunan Kalijaga atas inisiasi dan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

“Sosialisasi dan interaksi dengan sesama tanpa memandang perbedaan, selain atas dasar kemanusiaan dan cinta, sangat penting untuk dibiasakan guna mencegah konflik,” ungkap Mursidi.
Sementara itu, perwakilan Dialog Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Zaenudin, menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan yang membawa pesan perdamaian lintas agama, baik saat ini maupun di masa mendatang.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan workshop diawali dengan sesi perkenalan, penyampaian harapan peserta, seminar lintas agama, hingga forum group discussion (FGD) yang membahas praktik ritual masing-masing agama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan rasa saling menghormati antarumat beragama.
“Memahami praktik ibadah masing-masing sangat penting untuk memperkuat toleransi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaenudin menambahkan bahwa ke depan, program Dialog Center diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai mitra, seperti Bakesbangpol, FKUB, dan pihak terkait lainnya, guna memperluas dampak kegiatan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Kehadiran Kakankemenag Wonogiri dan Tokoh lintas agama dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya penguatan moderasi beragama dan pembangunan harmoni sosial di tengah masyarakat.








