Wonogiri (Humas) – Apel pagi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri dipimpin oleh Penyelenggara Zakat Wakaf Harno dengan menekankan sejumlah hal strategis terkait pengelolaan wakaf, zakat, serta tindak lanjut hibah tanah untuk pembangunan KUA di Kecamatan Batuwarno. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai sebagai bagian dari upaya penguatan koordinasi dan peningkatan kinerja pada Senin (27/4/2026).

Dalam arahannya, Gara Zawa Harno menyampaikan evaluasi pelaksanaan program wakaf uang yang saat ini masih perlu ditingkatkan partisipasinya. Berdasarkan hasil pemantauan dan penyaringan data sementara, jumlah pegawai yang telah menunaikan wakaf uang minimal sebesar Rp1.000.000 masih kurang dari 100 orang. Pihaknya telah melakukan rekapitulasi data tersebut dan akan segera menyampaikannya secara resmi kepada seluruh jajaran.
Ia juga menambahkan bahwa posisi Kabupaten Wonogiri saat ini berada di peringkat ketiga, namun capaian tersebut dinilai belum optimal karena masih terdapat sejumlah pegawai yang telah melakukan transfer wakaf tetapi belum melakukan pengisian data pada tautan yang telah disediakan.

“Seluruh pegawai yang telah berpartisipasi diimbau untuk segera melengkapi data administrasi guna mendukung validitas laporan serta memperkuat posisi Kabupaten Wonogiri dalam capaian program wakaf secara keseluruhan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pengelolaan zakat 2026 yang akan difokuskan untuk mendukung pemenuhan program Asta Protas Kemenag. Kebijakan ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran zakat sebagai instrument strategis dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama, sekaligus memberikan dampak yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan yang sama, Harno juga menyampaikan perkembangan terkait bidang aset dan kelembagaan. Disampaikan bahwa pada pekan sebelumnya Kemenag Wonogiri menerima hibah tanah seluas 1.903 meter persegi dari salah satu keluarga di Kecamatan Batuwarno. Tanah tersebut saat ini tengah dalam proses sertifikasi sebagai langkah awal sebelum dimanfaatkan lebih lanjut.

“Lahan hibah tersebut direncanakan untuk pembangunan Gedung KUA guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Untuk merealisasikannya, akan dilakukan pengurusan melalui skema pembiayaan SBSN agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya. Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh jajaran dapat meningkatkan partisipasi, kedisiplinan, serta sinergi dalam mendukung program – program Kementerian Agama. Optimalisasi wakaf dan zakat, serta penguatan sarana dan prasarana pelayanan keagamaan di Kabupaten Wonogiri diharapkan dapat berjalan lebih maksimal demi terwujudnya pelayanan publik yang profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.









