Wonogiri (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri Hariyadi, memberikan pembinaan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kompetensi Kepenghuluan yang diinisiasi oleh Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Wonogiri pada Selasa, (28/4/2026) di Tegal Simbah Girimarto. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran penghulu sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di masyarakat.

Kakankemenag dalam pembinaannya menekankan pentingnya memupuk rasa syukur dalam menjalankan tugas, serta tidak melupakan kebahagiaan dalam bekerja. Ia juga menyoroti tugas strategis KUA dalam melaksanakan bimbingan kepada masyarakat.
“Fenomena meningkatnya angka perceraian menjadi tantangan sekaligus bahan pemikiran kita bersama. Ini membutuhkan peran aktif penghulu dalam memberikan bimbingan dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kakankemenag mengajak seluruh penghulu untuk tetap semangat dalam bekerja, mengingat tugas yang dijalankan merupakan amanah sekaligus sumber penghasilan yang harus disyukuri. Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat dalam rangka mengawal pembangunan KUA yang representatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua APRI Wonogiri, Zainal Arifin, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan ini diharapkan mampu memupuk kebersamaan sekaligus memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Melalui rakor ini, kita ingin meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat agar semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan umat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Heru Budi Santosa dalam sambutannya menegaskan bahwa meskipun saat ini terdapat penajaman anggaran, semangat perjuangan dan pengorbanan untuk Kementerian Agama harus tetap dijaga. Ia mengajak seluruh penghulu untuk tetap optimis dan tidak berkecil hati menghadapi dinamika yang ada.
“Penghulu dan KUA merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pelayanan di KUA harus tetap maksimal agar harapan masyarakat dapat terjawab dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya memberikan pemahaman terkait regulasi kepada masyarakat dengan pendekatan informasi yang sejuk dan bijak.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi penghulu serta meningkatkan kualitas layanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat Wonogiri.










