Wonogiri (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, memberikan penguatan kepada penghulu dan penyuluh agama dalam kegiatan Pemantapan Pelayanan Keagamaan Berdampak dan Konsolidasi Bimbingan Perkawinan serta Keluarga Sakinah yang digelar di RM Laras, Kecamatan Slogohimo, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Saiful Mujab menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, penyuluh dituntut memiliki sikap moderat, mampu melakukan pendekatan persuasif, serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
“Di era global saat ini, penyuluh harus terus meng-upgrade diri. Kemajemukan budaya dan berkembangnya pola pikir kritis masyarakat menuntut penyuluh mampu memberikan jawaban yang tepat sekaligus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyejukkan,” ungkapnya.

Kakanwil juga memberikan perhatian khusus terhadap kualitas layanan pencatatan nikah. Ia mengingatkan para penghulu agar selalu teliti dalam melakukan pemeriksaan administrasi dan tidak memproses akad nikah apabila persyaratan maupun dokumen pendukung belum lengkap. Menurutnya, ketelitian administrasi merupakan bagian dari upaya memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga profesionalitas pelayanan Kementerian Agama.
Selain itu, Saiful Mujab mendorong pengelolaan arsip yang lebih tertata dengan memanfaatkan sistem arsip digital. Ia meminta seluruh jajaran KUA mulai mengurangi penumpukan dokumen fisik dan mengoptimalkan digitalisasi arsip agar dokumen menjadi lebih mudah diakses, aman, dan bernilai guna dalam mendukung pelayanan publik.
Menutup arahannya, Kakanwil berpesan agar seluruh penghulu dan penyuluh senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan integritas, ketelitian, dan sikap melayani.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Hariyadi, menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan penghulu dan penyuluh agama sebagai ujung tombak pelayanan Kementerian Agama yang paling dekat dengan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yang berkenan hadir memberikan pembinaan setelah sebelumnya meresmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kismantoro.
Hariyadi juga menyampaikan bahwa angka pernikahan di Kabupaten Wonogiri menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Meski demikian, kondisi kerukunan umat beragama di Wonogiri hingga saat ini tetap terjaga dengan baik. Ia berharap melalui kegiatan ini, kualitas pelayanan keagamaan, khususnya di bidang kepenghuluan, penyuluhan, dan pembinaan keluarga sakinah, semakin meningkat sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.








